USWAH – BUDI – DARMA.

SEKIRANYA PENDUDUK BUMI DALAM BERKESADARAN SEBAGAI HAMBA YANG LAHIR DALAM TATA-KELOLA TATANAN KEHIDUPAN YANG HARMONIS, SEHAT DAN AMANAH.


MEKANISME SISTEM TATA-KELOLA KEHIDUPAN BERDUNIA YANG INTINYA ADALAH TIDAK BERBECAH BELAH, SALING MENJAGA KESATUAN DAN PERSATUAN, KEKELUARGAAN DAN KEBERSAMAAN, APAPUN KEYAKINANNYA DAN AGAMANYA, DARIMANAPUN SUKU BANGSA DAN ASAL NEGARANYA, RESPON, TANGGAP, EMPATI, DAN SALING BERKEPEDULIAN ADALAH KENISCAYAAN.

 

(SYUKUR APALAGI) PERIHAL KEHIDUPAN BERDUNIA YANG LAHIRIYAH DISEMPURNAKAN DENGAN HAL YANG BATIN YANG DI DALAM DADA, DI DALAM HATI NURANINYA, DI DALAM RASA DIGENAPI DENGAN KELENGKAPAN “ILMU, BUTIRAN IMAN” DALAM IKATAN FAKTA, “SAYA BERSAKSI”

 

MAKA,TUHAN AKAN MENCURAHKAN BAROKAH DARI LANGIT DAN DARI BUMI. TERWUJUDLAH KEHIDUPAN YANG AMAN, DAMAI, TENTRAM DAN TERSELAMATKAN, ADIL YANG MENGADILKAN – MAKMUR YANG MEMAKMURKAN.

 

NAMUN JIKA MENGINGKARI (TERPECAH-BELAH, BERTIKAI, BERSETERU) DAN MENGINGKARI ADANYA KEBENARAN ALHAQ ADALAH DARI TUHANMU (KEBERADAAN YANG HAK, SAH SERTA WENANG) MAKA INILAH SANGAT TITI WANCI TENGGELAMNYA SEGALA YANG BATIL, YANG LALIM DAN YANG JAHIL.


KEPADA JAMAAH JATAYU........

USWAH – BUDI – DARMA.


Uswah, Perilaku Teladan bukan sebagai contoh, namun mutlak berada dalam kesadaran butuh kuat berproses dengan perilaku konsisten dan bersungguh-sungguh.


Budi, Aktivitas perilaku yang terhubung dengan hati nurani yang telah berfungsi yang terurai oleh akal pikiran yang nalar dan rasional berhubungan.


Darma, Melakukan kebaikan kesalehan kemaslahatan, terwujudnya kebersamaan, dan kekeluargaan. Dan budaya mandiri, dan berdaulat dengan ilmu pengetahuan, dan teknologi, dan perkembangannya.


JUJUR – BENAR – ADIL.


Jujur, tulus, ikhlas – AnNubuwah, Ilmu yang menjadikan berada dalam fakta rasa hati atas mengadaNya “DIA”, sehingga mengenali keberadaan fitrah yang asal fitrah manusia dari FitrahNya, dan menjadi sadar atas jeratan dan cengkeraman ego keakuannya nafsu dengan segala kepentingan akibat ego nafsu yang terikat materi dan keduniaan. Kuburan kejujuran adalah ego kepandaian, ego keturunan, ego jabatan, ego kehormatan dan kemuliaan material, ego kekayaan, ego kekuasaan, kultus, fanatik yang menjadikan tertutup, jumud, kaku dan beku. Terjebak dalam perilaku pembenaran, yang bukan Kebenaran AlHaqNya.


Benar - AlKitab, adalah Kebenaran AlHaqNya, keberadaan yang hak, sah serta yang wenang sebagai AlKitab menunjukkan atau menginisiasi Adanya Terang Cahaya AlHuda yang menjadikan tidak ada keraguan sedikitpan bagi mereka kemudian menjadi berada dalam ikatan persaksian, “aku bersaksi” atas Keberadaan Al-GhaybNya.


Adil – AlHikmah, karena telah tidak sekedar mengetahui namun telah mengenali Keberadaan AlHaqNya maka dalam kesadaran hamba sehingga memberlakukan diri menjadi hamba yang pandai mengadili diri sendiri.


JADILAH PEMAKMUR PENGELOLA BUMI DI KEHIDUPAN MASING-MASING, dengan watak karakter “AMPUNAN” dan aktivitas perilakunya orang-orang yang kembali yakni, makmurkan bumiNya dalam perilaku mandiri dan berdaulat dengan pemberdayaan dan berbudidaya, komunikatif dan musyawarahan.



DOC. MAKALAH KALENDER 2022 M